Arti Tubuh Yang Sempurna.

Mari kita bika Al-Hadist, mengapa meminta itu hukumnya haram, diberi ataupun ditolak, sama saja. Orang yang meminta itu tidak mensyukuri nikmat Allah, sudah diberikan tubuh yang sempurna, masih juga minta duit. Sudah diberikan rezeki melalui perantaraan orang tua, kenapa musti minta duit? Bagaimana kalau anakmu yang disuruh meminta-minta itu dihukum Allah, katakanlah melalui kecelakaan motor. Bagi Allah mencabut nyawa saja demikian mudah, apalagi memotong kaki anak kecil, sangatlah mudah.

Ada ayat Al Qur’an  “…..Api neraka yang kayu bakarnya adalah manusia dan batu?”.Manusia yang bagaimana yang dijadikan kayu bakar untuk memanaskan api neraka ? Dialah sipengemis. Dijadikan kayu bakar, karena tubuhnya tidak bermanfaat bagi dirinya. Diberi tubuh sempurna, tapi tidak digunakan untuk beribadah kepada Allah . Apakah kamu tega jika anakmu dijadikan kayu bakar kelak nanti ?

Si anak dijadikan kayu bakar, lalu orang tuanya ditegur Allah” hei fulan , aku sudah menitipkan rezeki untuk biaya anakmu , kenapa kamu tahan? mengapa anakmu malah disuruh jadi peminta-minta?” Allah memberi restu kepada seseorang untuk meminta-minta, kalau seseorang miskin banget, kalau seseorang cacat tubuhnya dan kalau seseorang tua renta, tidak mampu mencari nafkah. Allah itu maha adil, Maha Bijaksana.

Saya suka minta kayu pada Mas B, tapi kayu bekas dari tumpukan kayu yang sudah menjadi sampah. Saya tidak minta kayu yang bagus, walaupun Mas B pasti memberikan dengan ikhlas. Kalau saya minta kayu yang bernilai uang, sama saja dengan mengemis. Benar enggak?

Kita diberikan kebebasan berperilaku, mau mencuri bolah, korupsi juga boleh, minta-minta juga boleh. Sayangnya kita umat muslim sudah bersumpah ” Dua Kalimat Syahadat”, Mau tidak mau musti taat pada aturan agama Islam. Semua peraturan Allah, sudah tercantum dalam Al Qur’an. Meminta-minta itu bukan ajaran Islam, katanya kalau bukan ajaran Islam, jangan diturutin, benar juga.

Distasiun bekasi ada penjual koran yang kakinya cacat dua-duanya, kalau jalan tubuhnya diseret-seret. Mengapa orang ini berjualan koran yang untung tidak seberapa, paling hanya cukup untuk makan sehari. Mengapa dia tidak jadi pengemis saja? Hasilnya bisa jauh lebih banyak dan tidak usah capek-capek jalan. manusia ini beriman, tidak malu tubuhnya cacat, tapi merasa malu kalau harus minta duit pada orang lain.

MUHASABAH

Cobalah bertanya pada hatimu sendiri: ” Adakah dalam hatiku ini timbul rasa malu pada tukang koran ini?”

Allah melihat tubuhku sempurna, Allah mengetahui tabunganku cukup,…..mengapa aku musti meminta-minta?”

**** ” Jadikanlah hati sebagai penegak hukum untuk diri kita sendiri”  ******

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: