Mencapai Taqwa

MENCAPAI TAQWA :

A . MU’AHADAH  (Mengingat perjanjian)
B.  MUROQOBAH (Merasakan kesertaan Allah)
C.  MUHASABAH (Interospeksi diri)
D.  MU’AQOBAH (Pemberian sanksi)
E.  MUJAHADAH (Optimalisasi)

A . MU’AHADAH  (Mengingat perjanjian)

Al-Qur’an    “Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji …” (QS An-Nahl 91)
Perjanjian atas dua kalimat syahadat
Perjanjian yang diucapan pada saat membaca Alfatihah:
Al-Qur’an    “Hanya kepada Engkau kami beribadah dan hanya kepada Engkau kami
minta pertolongan”

B.  MUROQOBAH (Merasakan kesertaan Allah)

Al-Qur’an    “Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (sholat) dan melihat pula perubahan
gerak badanmu diantara orang-orang yang sujud” (Asy-Syura 218-219)
Al-Hadits    “Hendaklah kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihat-Nya, dan
jika memang kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Allah melihat kamu”

C.  MUHASABAH (Interospeksi diri)

Al-Qur’an    “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah memper-
hatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok(akhirat), dan bertaqwalah
kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”
(QS Al-Hasyir)
Al-Hadits    “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, timbanglah diri kalian sebelum kalian
ditimbang dan bersiap-siaplah untuk pertunjukkan yang agung (hari kiamat). Dihari itu
kamu dihadapkan kepada pemeriksaan, tiada yang tersembunyi dari amal kalian,
barang satupun”

D.  MU’AQOBAH (Pemberian sanksi)

Al-Qur’an    “Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, wahai orang-orang
yang berakal, supaya kamu bertaqwa” (QS Al-Baqarah 178)
Al-Qur’an    “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan”
(QS Al-Baqarah 195)

E.  MUJAHADAH (Optimalisasi)

Al-Qur’an    “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan
kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar
beserta orang-orang yang berbuat baik” (QS Al-Ankabut 69)
Al-Hadits    “Hendaklah kalian beramal sesuai kemampuan kalian. Demi Allah, Allah tidak akan
bosan sehingga kalian merasa bosan”

Masing-masing bisa menterjemahkan sendiri, maksud dari ayat-ayat tersebut diatas, dengan
dikaitkan perilaku sehari-hari. Hasilnya, kita bisa memperbaiki aktifitas diri, menumpas kemalasan
dan kelalaian. Terbebas dari kebusukan hawa nafsu dan bisa memenuhi hak-hak Allah dan hak-
hak sesama manusia. Itulah langkah-langkah menuju taqwa, menapaki perjalanan rohani dan
akhirnya akan sampai pada puncak kemuliaan, derajat para muttaqin.

disadur dari kitab: “Tarbiyah Ruhiah”

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: