Ilmu Sabar.

Hukum sunnatullah :
“Orang yang sabar itu disayang Allah”
“Setiap orang akan diuji kesabarannya”
“Setelah kesulitan pasti ada kemudahan”

Seorang ibu ingin punya anak :
Sabar menunggu 9 bulan. Menderita selama hamil, tidurpun serba salah.
Selama hamil 9 bulan, tidak bisa dibilang cantik menarik.
Begitu anak lahir, penderitaan dibayar dengan kebahagiaan.
Setelah menderita, ternyata datang kebahagiaan.

Seorang yang ingin jadi polisi :
Tahun 1, gagal testing Akabri, sabar menunggu 1 tahun lagi.
Tahun 2, gagal testing Akabri, sabar menunggu 1 tahun lagi.
Tahun 3, lulus testing Akabri, hasil dari sabar selama 2 tahun.
Begitu dilantik, penderitaan dibayar dengan kebahagiaan.
Setelah menderita 4 tahun digodok, datanglah kebahagiaan.

Polisi yang ingin punya rumah :
Jadi Letnan. Jangankan punya rumah, beli mesin tik tidak mampu.
Jadi Kapten, Jangankan punya rumah, beli motor tidak mampu.
Jadi Mayor, duitnya habis untuk biaya makan sekeluarga.
bagaimana bisa punya rumah, sekolah saja dibiayai mertua.
Jadi AKBP, barulah bisa tersenyum, bagaikan bayi baru lahir.
Setelah 18 tahun sabar menderita, datanglah kebahagiaan.

Jelas terbukti bahwa Kebahagiaan itu hanya bisa diperoleh melalui Kesabaran.
Setiap orang akan diuji kesabarannya dalam menghadapi kelaparan dan kekurangan harta.
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita
gembira bagi orang-orang yang sabar” (QS Al-Baqarah 155)

Bagaimana kalau kita tidak memiliki kesabaran?
Ada pengendara motor, ingin segera pulang kerumah. Karena tidak sabar, lalu menyalip
mobil didepannya, jadilah penghuni rumah sakit. Akhirnya kenikmatan hidupnya dicabut.
Berapa banyak orang-orang yang berpendidikan tinggi, tidak sabar menunggu rezeki,
lalu mengambil jalan pintas, korupsi. Akhirnya kenikmatan hidupnya dicabut.
Manusia sendiri yang merubah kebahagiaan menjadi penderitaan. Niqmat jadi Naqmah.

Kadar kesabaran Bapak.
Suatu ketika, Bapak mendapat kiriman buku-buku agama.
Dengan kesabaran selama 3 tahun, buku ini dibaca, dikaji, direnungkan sampai kehati.
Dengan penuh kesabaran, perintah Allah dilaksanakan, satu-persatu, tanpa disuruh.
Selalu sholat jamaah dimasjid, walau jalannya terseok-seok, karena kakinya sakit.
Sabar mendampingi istri, mendorong gerobak, berkipas-kipas membakar ayam.

Allah Maha Mengetahui, tingkat kesabaran Bapak, lebih tinggi dari kesabaran orang lain.
Janji Allah benar, maka Allah menempatkan posisi Bapak, lebih tinggi dari posisi orang lain.

“Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu dan sesungguhnya yang demikian ini
sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu” (QS Al-Baqarah 45)

Penulis : Mang Karna.

  1. Sabar itu Indah🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: