Celanya Marah.

Kita semua pasti punya sifat marah, namanya normal sebagai manusia biasa.
Kekuatan kemarahan itu ada tiga tingkatan, yaitu:
1    TAFRITH        (acuh tak acuh, atau hilang sifat kemarahannya)
2    IFRATH        (berlebih-lebihan kemarahannya)
3    I’TIDAL        (mampu mengendalikan kemarahannya)
Yang terbaik adalah I’tidal, yaitu memiliki tingkatan mampu mengendalikan kemarahannya.

Menurut buku psikologi, penyebab timbulnya kemarahan itu banyak sekali, diantaranya adalah:
Merasa dirinya benar. Merasa dirinya paling tinggi. Bangga pada diri sendiri. Suka membohong.
Senda gurau yang melampaui batas. Banyak bicara. Suka mengejek. Suka berbantah-bantahan.

Al-Hadits
“Sesungguhnya marah itu adalah bara yang menyala dalam hati”
“Marah itu merusak iman, sebagaimana jadam merusak madu”
“Tiadalah sama sekali seseorang marah, kecuali ia telah pergi ketepi neraka jahanam”
“Barangsiapa yang menahan marahnya maka Allah akan menutupi aibnya”
“Barangsiapa yang menahan kemarahan yang apabila ia ingin melampiaskannya, ia
dapat melampiaskannya, maka Allah akan memenuhi hatinya dihari kiamat dengan
rasa aman dan iman”

Marah itu bisa mendorong seseorang menuju tepi neraka jahanam. Bukan karena kemarahannya,
tapi karena kehabisan amalnya.Setiap memarahi seseorang, pada detik itu terjadi “transfer amal”
dari yang memarahi ke yang dimarahi. Saking seringnya marah, maka habislah persediaan stock
amalnya, sehingga disebut pailit alias bangkrut. Bila tidak memiliki amal, jatahnya adalah neraka.

Belum lama ini ny Dw mendadak dimarahin yang punya tanah, padahal Dw tidak tahu masalahnya.
“Marah itu bara api yang menyala”, Jadi pada saat menghadapi orang yang marah, adalah dengan
“air”, artinya kepala dingin, jangan ditanggapi orang yang marah-marah.
lama-lama juga berhenti sendiri, karena tidak ada lawan bicara.

Hati Dw pasti sakit, karena dimarahin orang lain. Karena Dw “diam” maka pada detik itu Dw
mendapat pahala yang luar biasa, berupa “transfer amal” dari yang memarahin Dw. Tidak perlu
cape-cape beramal, sudah ada kiriman gratis. Itulah keuntungannya mengikuti hukum Al-Qur’an.
Dw mampu mengendalikan hatinya, maka Allah akan memberikan rasa aman nanti dihari kiamat.

Andaikan dua kakak beradik, saling melampiaskan amarahnya, berantem didepan Ibunya sendiri,
Ibunya tidak marah, tapi hatinya “kesel, kecewa, terasa hatinya teriris sembilu”, maka dua anak
ini telah mendorong dirinya masing-masing, ketepi neraka jahanam, menjadi anak durhaka.
Berada ditepi jurang neraka, artinya “sedikit lagi” bisa tergelincir masuk neraka.

Mari kita merenung sejenak, kita lihat Ibu, yang usianya sudah lanjut, semua mengetahui
Ibu mengidap penyakit darah tinggi. Suatu saat pembuluh darahnya bisa pecah, karena
saking keselnya melihat anak-anaknya berantem, lalu menemui ajal. Gimana tuh jadinya?
Kasus seperti ini sering terjadi. Jagalah kesehatan Ibu, dengan cara menghindari nafsu amarah.

Andaikan esok hari ada anak-anak yang berantem didepan Ibunya,… Yah, mau diapain?
Yang ditanam benih cabe rawit, rasa pedasnya(panasnya) nanti sewaktu sakaratul-maut.

Penulis : Mang Karna.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: