Program Masa Depan

Setiap orang memiliki program hidup, mulai dari lahir sampai dengan hari tua. Sewaktu sekolah
punya program untuk bisa bekerja mencari nafkah. Setelah bekerja bertahun-tahun, punya progam
mengumpulkan harta untuk hari tua. Setelah semuanya terpenuhi, program apa lagi?
Program memasuki alam kubur. Menyusun program agar bisa hidup bahagia dialam kubur.

Akan timbul masalah, bila kita mati sebelum masa pensiun, sebelum hari tua, karena program
yang sedang kita laksanakan adalah program untuk hari tua, bukan program untuk alam kubur.
Sedang sibuk-sibuknya kita mengumpulkan harta, mendadak mati. Kemungkinan ini bisa saja
terjadi, sebagaimana sering kita saksikan diseputar lingkungan kita sendiri.

Umumnya orang mempersiapkan untuk bisa hidup bahagia dihari tua, sedangkan hari tua itu
antara usia 50 s/d 70 tahun, hanya sekitar 20 tahun saja. Kita berada dialam kubur bisa mencapai
lebih dari 100 tahun, jauh lebih lama dari hidup kita dialam dunia ini.  Faktor lamanya perlu kita
pikirkan lebih mendalam, agar kita tidak menyesal sewaktu berada dialam kubur.

Kita sering melayat, berkunjung pada saudara kita yang sedang terbaring kaku, adakah terpikir
dalam benak kita, apa yang sedang dialaminya? Setelah masuk liang kubur, apa yang terjadi?
Perlu kita pelajari ilmunya, karena diri kita sendiri sudah dipastikan akan mati, akan mengikuti
jejak orang-orang yang telah meninggal. Ilmu ini penting, agar kita bisa bahagia dihari esok.

Sebagai contoh, baru saja kita menyaksikan dua manusia meninggal, Si A, Januari 2010 dan
Si B, Februari 2010. Si A meninggal mendadak, setelah melaksanakan tugas
mencuci pakaian, nyapu dan buang sampah, setelah itu tidur siang. Saat tidur, meninggal.
Si B meninggal ditempat tidur, saat sedang menderita sakit. Sakitnya sejak tahun 2001.

Kita tidak perlu melihat status keduanya, dihadapan Allah, keduanya sama-sama hamba Allah.
Kacamata duniawi, sungguh jauh berbeda antar keduanya. Kacamata ukhrawi, keduanya sama.
Perlu kita pelajari, kenapa berbeda cara meninggalnya? Jawabannya ada dalam Al-Qur’an.
Jujur saja, kita selalu menghendaki yang enak-enak, tidak ada seorangpun yang mau menderita.
Atas dasar kejujuran kita inilah, makanya kita perlu persiapan, bagaimana agar bisa enak.

PROSES KEMATIAN
Allah menugaskan Malaikat Izrail mencabut nyawa(roh) Si A yang sedang tidur. Setelah itu
tugas diserah-terimakan pada 4 Malaikat yang akan menjaga jasad Si A sampai masuk
liang lahat. Para famili, tetangga, teman, hanya bisa mengantarkan sampai liang lahat. Setelah
para famili ini pulang kerumah masing-masing, maka para Malaikat yang menjaga Si A
menyerahkan tugas berikutnya pada Malaikat Munkar dan Nakir.

Si A sewaktu melamar pekerjaan, awalnya “dipanggil” untuk hadir dikantor menghadap
Manajer Personalia, untuk diperiksa, diteliti “Daftar Riwayat Hidup” Suparmin selama ini.
Proses kematian juga demikian, Si A “dipanggil” pulang kampung, menghadap Malaikat
Munkar dan Nakir, untuk diperiksa dan diteliti “Daftar Riwayat Hidup” Si A selama didunia.
Pemeriksaan ini untuk menentukan tempat, di ruangan Siksa Kubur atau ruangan Nikmat Kubur.

Daftar Riwayat Hidup, Biodata, Curiculum Vitae, sangat menentukan masa depan seseorang.
Diterima tidaknya seseorang menjadi karyawan, tergantung Biodata yang memenuhi persyaratan.
Diterima tidak seseorang masuk Nikmat Kubur, tergantung Biodata yang memenuhi persyaratan.

penulis : mang karna/pengobatangratis.wordpress.com

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: