MAKNA BERDO’A

Mas Fulan, setiap selesai sholat, selalu berdoa: “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku”
Mas Fulan minta ampun pada Allah, karena Mas Fulan telah berbuat dosa pada Allah.
Kalau kita tanya:”Mas Fulan, berbuat dosa apa?”  “Ah, rasanya tidak berbuat dosa apa-apa”
Ada dosa yang tidak disadari, mungkin dosa hati, dosa ucapan atau dosa perbuatan.

Kita sering mendengar kalimat:”Doa itu pasti dikabulkan Allah”
Si Fulan tiap hari berdoa:”Ya Allah jadikanlah aku ini orang kaya, bosan nih, miskin terus-terusan”
Sebulan kemudian Si Fulan mengeluh:”Kok aku masih miskin, padahal sudah sebulan berdoa”

Salah satu ayat menjelaskan: “Doa itu pasti dikabulkan Allah”
Ayat yang lain menjelaskan: “Berdoalah pada Allah dengan berendah diri dan suara yang
lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”

Ayat pertama untuk daya tarik, agar orang selalu berdoa pada Allah, agar selalu ingat Allah.
Ayat kedua menerangkan persyaratannya, agar doa bisa terkabul. Syaratnya adalah akhlak.
Kalau dua ayat tersebut diatas kita gabung, maka kita bisa menarik kesimpulan bahwa:

Doa yang dikabulkan adalah dengan perasaan bahwa diri kita ini kecil dihadapan Allah dan tidak
berani berkata keras terhadap siapapun juga. Lalu perilaku kita tidak pernah melampaui batas dari
ketentuan yang telah ditetapkan Allah. Itulah persyaratannya. Makanya tidak semua doa itu bisa
dikabulkan Allah. Kalau semua doa dikabulkan, wah, tidak akan ada neraka dong.

Ada Hadits yang menjelaskan bahwa setiap laki-laki, berhak memiliki istri sampai 4.
Hadits yang lain menjelaskan persyaratan untuk menikah yang kedua kali, yaitu musti ada izin
dari istri pertama dan musti adil dalam segala hal. Kalau tidak mampu jangan menikah lagi.
Umumnya orang hanya berpatokan Hadits pertama, sedangkan Hadits kedua, tidak mau dibaca.
Demikian juga dengan berdoa, ayat pertama diikuti, ayat kedua, tidak mau dibaca.

Dalam hal apapun juga, musti ada persyaratannya. Ngurus KTP ada syaratnya. Mau kerja ada
syaratnya. Mau nikah ada syaratnya. Ngubur jenazah ada syaratnya. Berdo’a-pun ada syaratnya.
Berdo’a-pun ada tingkatannya, tergantung posisi tempat pada saat berdo’a. Berdo’a ditengah malam,
tidak sama dengan berdo’a disiang hari. Berdo’a sewaktu sujud, tidak sama dengan sewaktu duduk.
Berdo’a di Masjid Wisma Bekasi, berbeda dengan berdo’a di Masjidil Haram di Mekkah.

Kita berdoa:”Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku” Bisa diampuni, kalau memenuhi persyaratan.
Ada prioritas istimewa dari Allah, bagi yang ingin diampuni dosa-dosanya, yaitu:
Al-Hadits:    “Barang siapa mencari ilmu agama, berarti menebus dosa-dosanya yang telah lalu”
Kita menuntut ilmu agama, dosa-dosa kita diampuni, walau masih berbuat pelanggaran batas.

Setiap lembar kajian ini, berisi minimal satu ayat dan beberapa Hadits. Bila kita baca dengan
seksama, lalu direnungkan sampai kerelung hati, maka pada saat itu berguguranlah dosa-dosa
si-pembaca. Malaikat sebelah kiri langsung menghapus dosa-dosa si-pembaca dan Malaikat
sebelah kanan langsung mencatat tambahan amal, senilai 100 rakaat per-ayat yang direnungkan.
Bonus istimewa ini, tergantung pada niat yang ada dihati. Orang lain tidak mengetahui.

Allah memberikan prioritas istimewa, sayang kalau disia-siakan begitu saja.

penulis : Mang Karna/pengobatangratis.wordpress.com

  1. wah,. nice info nih🙂

  2. mantap…

    keren posting nya…

    maksaih atas ilmunya….

    salam hangat….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: