Makna Sedekah

Al-Qur’an    “Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan
hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan
tujuh tangkai dan pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipat-gandakan
ganjaran bagi siapa saja yang Ia kehendaki. Dan Allah Maha Luas Karunia-Nya
lagi Maha Mengetahui” (QS Al-Baqarah)
Al-Hadits
1    Sedekah itu merupakan dinding untuk menghalangi jilatan api neraka. Apabila hari
kiamat datang, maka orang-orang akan berteduh dibawah naungan sedekahnya”
2    “Orang yang pemurah dekat dengan Allah,dekat dengan manusia,dekat dengan surga”
3    “Sedekah pada orang miskin, hanya merupakan sedekah saja, sedangkan sedekah
pada keluarga dekat, merupakan sedekah dan silaturahmi”
4    “Seorang muslim suka memberikan pakaian pada sesama muslim yang telanjang,
maka Allah akan memberikan balasan pakaian yang indah pada hari kiamat”
5    “Seorang muslim yang suka memberikan makanan pada sesama muslim yang sedang
lapar, maka Allah akan memberikan balasan makanan yang lezat dari buah-buahan
surga. Dan siapa saja muslim yang suka memberikan minuman pada sesama muslim
yang sedang haus, maka Allah akan memberikan minuman yang memuaskan dari
air yang sangat baik”         (diakhirat nanti)
6    “Barangsiapa yang mempunyai harta, maka bersedekahlah dengan kekayaannya,
dan barangsiapa yang mempunyai ilmu, maka bersedekahlah dengan ilmunya dan
barangsiapa yang mempunyai tenaga, maka bersedekahlah dengan tenaganya”

Si Fulan selagi diam di Jakarta, sering ditugaskan kerja bakti, membersihkan got, mulai dari got
didepan rumah sampai kekali. Berarti ada got rumah orang lain yang ikut dibersihkan.
Kerja bakti seperti ini, kelihatannya biasa saja, tapi ditinjau dari hukum sedekah, merupakan
ibadah sedekah yang tinggi nilainya, karena ada unsur sedekah untuk kepentingan orang banyak.

Pendidikan mental spiritual seperti ini, rasanya sulit diamalkan anak-anak zaman sekarang, yang
pada umumnya orangtua lebih suka mendidik anak-anaknya untuk berperilaku egois.
Untuk apa mengerjakan perbuatan yang hanya menguntungkan orang lain. Tidak ada gunanya.

Duapuluh lima tahun kemudian, Si Fulan mengulangi lagi ibadah sedekah “untuk kepentingan umum”
Pada saat rezeki datang, yang diutamakan adalah membangun kantor dan mess tamu. Ibadah
sedekah yang sulit dilakukan orang lain. Kepentingan orang banyak lebih diutamakan.

Orang lain akan berpikir, untuk apa membangun kantor dari rezeki sendiri, toh itu urusan
pemerintah. Lebih baik dana tersebut untuk membangun rumah adik-adiknya, lebih bermanfaat.
anjuga komentar, “wah, yang enak penggantinya nanti, tinggal menikmati”
Memang tidak salah pendapat orang banyak, karena menggunakan kacamata “duniawi”

Kalau kita menggunakan kacamata “ukhrawi” maka yang sangat beruntung adalah Fulan sendiri.
Tidak ada kerugian secuilpun, justru akan mendapat penggantian sebesar 700 x lipat, yang
dijelaskan dalam Al-Qur’an: dalam bentuk “istana” yang dikelilingi taman dan air mengalir.
Menanam benih sewaktu banyak rezeki, panennya nanti, dialam kekal nan abadi.

Pendidikan mental spiritual selagi remaja, akan tertanam terus dibatinnya.
Ilmu agama yang ditanam selagi remaja, akan menghasilkan keberuntungan dihari esok.

Penulis : Mang Karna/pengobatangratis.wordpress.com

Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: