Makna Salam

Biasanya kita mengucapkan Assalamualaikum pada saat berkunjung kerumah orang lain, atau
bertemu dengan siapa saja. Salam ini juga kita ucapkan pada setiap akhir sholat, padahal dikanan
dan dikiri tidak ada orang lain, selain dikelilingi tembok. Lalu salam ini ditujukan pada siapa?

Siapa sih yang selalu ada dikanan-kiri kita selama sehari penuh?
Menurut Al-Qur’an, disamping kiri dan kanan kita ada dua Malaikat, yang selalu mendampingi kita,
kemanapun kita bergerak. Malaikat sebelah kanan mencatat segala ucapan dan perbuatan baik dan
Malaikat sebelah kiri mencatat semua ucapan dan perbuatan buruk yang dilakukan.

Tidak ada secuilpun yang ketinggalan, semua dicatat dengan rapih dan teliti. Kemudian buku
catatan ini akan dikembalikan lagi pada kita masing-masing, nanti di “Mauqif Nasyrul Kutub”
Kita diperiksa di Mauqif Nasyrul Kutub, selama seribu tahun, saking tebalnya buku catatan kita.

Nah, ucapan salam diakhir sholat, adalah ucapan salam pada kedua Malaikat, Rakib dan Atid, yang
ada dikiri-kanan kita. Ucapan salam tidak perlu teriak, cukup berbisik, karena dua Malaikat ini
sangat dekat sekali dengan diri kita, sedemikian dekat, hingga bisa mendengar bisikan kita.

Ada juga orang yang masuk rumah kosong, lalu mengucapkan salam. Yang sebenarnya ditujukan
pada Malaikat yang menjaga rumah tersebut.  Banyak yang tidak sadar, bahwa sekeliling kita
cukup banyak Malaikat yang hadir, apalagi dipertengahan malam yang sunyi senyap.

Kita sering mendengar: “Sholat itu mencegah perbuatan keji dan munkar”
Sholat itu bisa mencegah perbuatan buruk, kalau dirinya yakin bahwa ada Malaikat dikiri kanannya,
yang selalu mencatat semua perbuatan sekecil apapun. Karena keyakinan inilah, makanya dirinya
tidak berani berbuat keburukan sekecil apapun, ada jurutulis disampingnya.

Jurutulis, terus bekerja, siang malam, sepanjang usia kita. Tidak bisa kita hentikan. Satu-satunya
cara adalah, bagaimana kita mengaturnya, agar tugas Malaikat disebelah kanan sibuk dan tugas
Malaikat sebelah kiri nganggur. Yang kanan mencatat kebaikan, yang kiri mencatat keburukan.

Lalu gimana tuh dengan orang yang sudah sholat tapi berbuat korupsi?
Al-Hadits    “Barangsiapa sholatnya tidak mencegahnya dari perbuatan keji dan munkar,
maka ia hanya akan bertambah jauh dari Allah”

Sudah sholat, lalu berbuat keji dan munkar, guru agama bilang, sholatnya hanya sekedar olahraga.
Puasanya juga hanya sekedar lapar dan haus. Ibadah apapun bisa rusak karena berakhlak buruk.
Cukup jelas bahwa ucapan salam diakhir sholat itu memiliki makna perbuatan ikhsan, yang bila
diterapkan dalam penghidupan kita sehari-hari, membawa diri kita menjadi orang yang Mukhsin.

Baru satu kalimat dalam sholat yang kita bahas, berarti kalimat-kalimat lainnya juga ada maknanya.
Secara keseluruhan, makna ucapan dan gerakan dalam sholat, merupakan pembinaan akhlak.
Ibadah puasa-pun merupakan pendidikan akhlak, kalau kita pelajari ilmunya.
makanya Rasulullah bersabda:
“Keutamaan ilmu itu lebih baik daripada keutamaan ibadah” (HR Al-Bazzar)

Ilmu Agama adalah satu-satunya ilmu yang bisa diikuti semua umur, mulai dari anak kecil, sampai
usia lanjut. Waktu belajarnya juga bebas, kapan saja,…..sepanjang usia kita.

Penulis : Mang Karna/pengobatangratis.wordpress.com

Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: