SEDEKAH

Sedekah adalah salah satu bentuk perwujudan dari saling sayang menyayangi sesamanya.
Sedangkan zakat adalah kewajiban yang harus dibayar oleh orang-orang yang memiliki harta
lebih dari ukuran tertentu. Sedekah bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, jumlahnya juga
tidak terbatas. Zakat hukumnya wajib, sedekah hukumnya sunnah.

Sedekah memiliki banyak manfaat, diantaranya:
Al-Hadits    “Bersedekahlah kamu, karena sedekah dapat membebaskan dari api neraka”
“Sedekah dapat menghalangi kematian secara hina”
“Orang yang pemurah dekat dengan Allah,dekat dengan manusia,dekat dengan surga”
“Sedekah pada orang miskin, hanya merupakan sedekah saja, sedangkan sedekah
pada keluarga dekat, merupakan sedekah dan silaturahmi”

“Barangsiapa berusaha menghilangkan kesulitan seorang muslim didunia, maka Allah
akan menghilangkan kesulitan nanti pada hari kiamat”

“Seorang muslim suka memberikan pakaian pada sesama muslim yang telanjang,
maka Allah akan memberikan balasan pakaian yang indah pada hari kiamat”

“Seorang muslim yang suka memberikan makanan pada sesama muslim yang sedang
lapar, maka Allah akan memberikan balasan makanan yang lezat dari buah-buahan
surga. Dan siapa saja muslim yang suka memberikan minuman pada sesama muslim
yang sedang haus, maka Allah akan memberikan minuman yang memuaskan dari
air yang sangat baik”         (nanti dipadang Mahsyar, dalam suasana sedemikian panas)

Hukum Al-Qur’an:        “Barangsiapa mengerjakan kebaikan, maka pahalanya untuk dirinya
sendiri. Dan barangsiapa berbuat jahat, maka dosanya menjadi tanggungan dirinya sendiri” (QS Fussilat 46)

Jadi sedekah sekecil apapun, akan dikembalikan lagi pada diri kita, dalam bentuk balasan(pahala)
yang besarnya lebih dari yang kita sedekahkan. Dengan demikian, tidak ada kerugian secuilpun
bila kita sedekah. Harta kita tidak berkurang, justru bertambah. Kenikmatan kita tidak berkurang,
justru akan bertambah. Kalau memang kita sudah mempelajari ilmu soal sedekah.

Rasulullah bersabda: “Setiap muslim wajib bersedekah”
Salah seorang sahabat bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak sanggup?”
“Dia harus bekerja untuk dirinya sendiri dan supaya dia bisa bersedekah”
“Bagaimana kalau dia tidak sanggup?”  “Dia bisa menolong orang lain yang perlu pertolongan”
“Bagaimana kalau dia juga tidak sanggup?”
“Dia bisa menahan diri dari berbuat kejahatan, itupun termasuk sedekah”
(Orang yang miskin, sulit mencari nafkah, biasanya ada dorongan untuk berbuat kejahatan)

Sedekah yang paling besar pahalanya:                (diasumsikan 7000 x)
Pada saat tubuh sehat, diliputi rasa takut miskin, karena sedang mengalami kesulitan hidup,
lalu bersedekah dari hartanya. Sedangkan orang lain dalam kondisi yang sama justru minta
bantuan dari orang lain.
Pada saat sedang kesulitan, malah bersedekah, apa motivasinya?
Tidak menunda-nunda sedekah, karena ada kemungkinan esok hari meninggal.     

Penulis : Mang Karna/pengobatangratis.wordpress.com

Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: