RASA TAKUT

Orang yang mengetahui tidak bisa disamakan dengan orang yang tidak mengetahui.
Orang yang mengetahui aturan lalu-lintas, tidak sama dengan orang yang tidak mengetahui aturan.
Orang yang mengetahui aturan lalu-lintas akan berusaha untuk tetap disiplin dalam berlalu-lintas,
walau tidak ada petugas polisi, walau jalan dalam suasana sepi, tidak ada kendaraan lain.

Al-Qur’an    “Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya ialah
orang-orang yang berilmu” (QS Fathir 28)

Rasa takut itu, hanya dimiliki oleh orang-orang yang mengetahui aturan hukum, yaitu orang-orang
yang mempelajari ilmu hukum. Bukan takut pada petugas penegak hukum, tapi takut pada sanksi
hukum, bila berbuat pelanggaran hukum. Kalau kita mempelajari KUHP, pasti tahu berapa lama
hukumannya bila mencuri. Berapa lama hukuman maksimum bagi yang korupsi.

Bila kita mempelajari hukum Al-Qur’an, pasti tahu persis, bentuk hukuman bagi pencuri, koruptor,
durhaka pada orangtua, dendam, berprasangka buruk, memfitnah, dll
Tidak semua orang mau mempelajari KUHP, demikian juga tidak semua orang mau mempelajari
hukum dalam Al-Qur’an, karena yang namanya kitab hukum itu  “menakutkan”

Suatu saat saya ikut mengantarkan jenazah tetangga kepekuburan. Timbul pikiran, kalau orang
mati, apa kira-kira yang terjadi didalam kuburan? Apakah selesai sampai disitu?
Apa yang saya baca mengenai alam kubur, ternyata mengerikan sekali, hanya ada dua pilihan,
mendapat siksa kubur atau nikmat kubur. Tentunya saya akan berusaha menghindari siksa kubur.

Sebelum mempelajari hukum alam kubur,perasaan saya tenang-tenang saja, tidak ada apa-apa.
Setelah mempelajari hukum alam kubur, kenapa jadi timbul ketakutan?
Rasa takut ini, takut disiksa atau takut dihukum, bisa mendorong diri kita untuk taat hukum.

AL-QUR’AN ITU BAGAIKAN CERMIN
Cermin itu bisa membuat kita bahagia, kalau muka kita cantik, ganteng, bersih, putih.
Cermin itu bisa membuat kita menderita, bila muka kita amuradul, banyak noda-noda hitamnya.

Al-Qur’an itu bagaikan “cermin” ,bila kita berdiri didepan cermin ini, maka nampak berbagai noda-
dosa yang yang telah kita lakukan selama ini. Akan timbul keinginan untuk menghapus dosa ini.
Kalau kita jauhi cermin ini, kita bisa merasakan tubuh kita bersih, tidak ada noda-noda hitam.
Orang yang korupsi itu merasa benar, merasa tidak berdosa, karena jauh dari Al-Qur’an.

Dalam sehari, berapa kali kita bercermin diri?  Yang jelas lebih dari satu kali, yaitu setiap kita
mau pergi keluar rumah, bercermin lebih dahulu, agar terlihat enak dipandang orang lain.
Andaikan kita bisa ber-cermin pada Al-Qur’an, seminggu sekali saja, membahas satu ayat saja,
maka berguguranlah satu-persatu noda-noda hitam disekujur tubuh kita, makin lama makin bersih.

Makin sering kita bercermin pada Al-Qur’an, makin indah akhlak kita dihadapan manusia dan Allah.
Kalau akhlak kita makin baik, makin disayang Allah. Apapun yang kita inginkan, akan dipenuhi.
“Anda ingin apa?” Rumah? Mercy? Deposito?” Allah itu Maha Kaya lho, tinggal bikin memo saja.

Adakalanya anda tidak perlu minta, sudah bisa dikabulkan, karena anda demikian “dekat sekali”
dengan Allah, hingga bisikan hati anda bisa didengar Allah.

Penulis : mang Karna/pengobatangratis.wordpress.com

Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: