Keluarga Sakinah (2)

Setelah Izab kabul, biasanya istri dinasehati para orangtua, agar melayani suami sebaik-baiknya.
Menyediakan makan, mencuci pakaiannya, membersihkan kamar, siap pakai. Cukup sekian.
Kalau kita buka isi perjanjian yang ditanda-tangani suami istri dihadapan Allah, masih ada
peraturan lainnya yang jarang diketahui para istri, diantaranya:
Cegahlah suamimu mencari rezeki secara haram
Bantulah agama suamimu

Sumber rezeki itu ada dua macam, dari hasil pekerjaan halal dan dari hasil pekerjaan haram.
Kalau yang dibawa kerumah, rezeki haram, sama saja membawa racun untuk dimakan sekeluarga.
Daging yang tumbuh dari rezeki haram, maka akan dibakar nanti, untuk menghilangkan racunnya.
Semua istri tentunya ingin sehat, jangan sampai makan racun atau bibit penyakit. Oleh karena itu
istri perlu mencegah suami, jangan sampai membawa makanan yang beracun. Begitu maksudnya.

Ada proyek percontohan didalam keluarga Fulan.
Fulan, bersabar selama 18 tahun, hanya makan dari sumber rezeki halal, padahal kalau Fulan mau,
bisa mendapat rezeki banyak, asalkan tutup mata saja. Kenapa musti sabar sampai 18 tahun?
Hanya untuk melindungi anak dan istri, jangan sampai menelan makanan beracun.

Masih ada tugas istri, yang umumnya suka dilupakan, yaitu: Bantulah agama suamimu.
Istri seharian tinggal dirumah. Suami seharian ada dikantor, melihat-lihat kecantikan karyawati
yang berpakaian rapih dan seksi, dilihat seharian. Lama-lama suami lupa istri, Maukah istri?
Kalau istri keberatan suami berselingkuh, jagalah suami, jangan sampai imannya menurun tajam.

Kalau iman suami merosot, maka sulit untuk disadarkan, karena lagi asyiiik.
Lebih baik kita mencegah, daripada mengobati penyakit yang disebut puber kedua.
Bagaimana caranya? Peringatkanlah dengan Al-Qur’an, perlihatkan hukumnya berselingkuh.
“Ini lho Mas, jangankan berpelukan, bergandengan tangan saja, tanganmu bisa terbakar hangus”

Disamping tugas “menegur suami” dengan ajaran agama, istri juga perlu menegur dirinya sendiri.
Kita sering menontonTV, ada kisah: “Istrinya sudah demikian cantik, kok kecantol wanita lain?”
Lalu suaminya kita tanya, kenapa? “Itu lho, saya enggak tahan sama ucapannya”

Kalau begitu, apa sih maunya suami? “Tidak macam-macam kok, asal hatinya cantik”
Sang istri, disamping mengikuti Kursus Kecantikan wajah, juga ikut Kursus Kecantikan Hati.
Kalau penampilan istri cantik, hatinya juga cantik, Amboi Mak, suami mana sih yang enggak mau?

Tugas suami :
Memperteguh keimanan istri.
Melindungi keluarga dari siksa api neraka

Tugas istri      :

Mencegah suami mencari rezeki haram.

Membantu agama suami

Suami memperteguh keimanan istri. Istri membantu agama suami, Inilah yang disebut “Warohmah”
Suami menyelamatkan istri dan istri menyelamatkan suami. Inilah yang disebut “Mawaddah”
Kalau mawaddah dan warohmah, hadir dirumah, maka hadir pula “Keluarga Sakinah”

Kalau kita benar-benar berniat untuk menciptakan keluarga Sakinah, jangan melihat kiri-kanan,
jangan melihat si anu begini, si anu begitu,…, pokoknya jalankan petunjuk Al-Qur’an, titik.
Tugas suami dan istri, membentuk keluarga Sakinah, menggapai bahagia dunia akhirat.

Penulis : Mang Karna/pengobatangratis.wordpress.com

Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: