WAKTU ADALAH NAFAS KITA

Hukum sunnatullah :
Segala sesuatu yang ada dibumi ini tidak ada yang kekal.
Bumi ini, suatu saat akan hancur lebur, melalui proses kiamat.
Manusia, binatang, pohon, suatu saat akan mengalami kematian.

Hukum manusia    :
Bekerja, ditentukan waktunya, tidak ada orang bekerja selama 24 jam.
Sekolah, ditentukan waktunya, mulai TK sampai sarjana ada batas waktunya.
Dirumahpun ditentukan waktunya, ada jam untuk tidur, makan, dll.

Anda, Berapa lama lagi tinggal di Jakarta?
Mas Fulan, berapa lama lagi tinggal di Bekasi?
Semua menjawabnya dengan kalimat yang sama: “Tidak lama, paling lama puluhan tahun lagi.

Kita hidup didunia ini, tidak terlepas dari keterbatasan waktu. Kalau waktu ini tidak kita gunakan
untuk kebutuhan kita, maka kita akan mengalami kerugian, karena waktu itu terus berjalan.
Dalam Al-Qur’an, ada peringatan tegas:
“Demi waktu, sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang
yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk
kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran” (QS Al-Asr 1-3)

Manusia yang beruntung, adalah yang:
1. Beriman.
2. Mengerjakan kebajikan/amal sholeh.
3. Saling menasihati, dalam masalah kebenaran.
4. Saling menasihati, dalam masalah kesabaran.
(dalam Al-Hadits, diuraikan dalam bentuk 10 tabir)

Kesempatan untuk melaksanakan ke-empat program tersebut diatas, sebenarnya terbuka tiap hari.
Berhasil tidaknya, tergantung ada tidaknya Niat didalam hati kita sendiri.
Kalau sudah niat, segala sesuatu menjadi mudah, tidak tergantung ada waktu tidaknya.
Walau kita sudah cape ngurusin pekerjaan, toh masih bisa ke Mal, karena kita berniat ke Mal.
Buku agama didalam lemari tidak berubah posisinya, karena kita tidak berniat untuk membacanya.

Bagaimana caranya agar kita memiliki niat untuk melaksanakan ke-empat program tersebut?
Kita kaitkan dengan kebutuhan kita sendiri. Kita berniat makan, karena kita butuh makanan.
Kita berniat melaksanakan 4 program ini, karena kita membutuhkan melaksanakan ibadah ini,
demi untuk keselamatan diri kita sendiri dialam akhirat, bukan untuk keselamatan orang lain.

Kita butuh makan siang, lalu kita sisihkan waktu untuk makan siang, karena ingin segera makan.
Kita butuh menjadi orang beriman, kita sisihkan waktu untuk ibadah, karena takut tidak sempat lagi.
Kalau kita sudah makan, pasti tenang. Kalau kita sudah ibadah, pasti tenang, mengingat bahwa:
Waktu adalah nafas kita yang tidak akan pernah bisa kembali. Suatu saat nafas ini akan berhenti.

secara tidak langsung almarhum Guru kita, memberikan contoh:
Membaca dan merenungkan buku: “Petunjuk Jalan Lurus”, lembar demi lembar selama 3 tahun.
Lalu diamalkan tahap demi tahap, tanpa diketahui orang lain, hanya disaksikan Allah.
Semula beliau hanya bisa menduduki tingkat 1, karena tidak tahu apa-apa, tidak mengerti apa-apa.
Ternyata pada tarikan nafas terakhir, beliau ditempatkan ditingkat 99 (bersama para syuhada)
Sudah sepantasnya, beliau kita jadikan panutan, demi Kebahagiaan kita dialam akhirat. Setuju?

Waktu adalah nafas kita yang tidak akan pernah bisa kembali. Suatu saat nafas ini akan berhenti.                                9

Sepanjang hidup kita ini, tidak bisa lepas dari UJIAN, yang merupakan suatu proses untuk
mencapai tingkatan yang lebih tinggi, tingkatan yang lebih baik, lebih menjamin, lebih enak
dan lebih membahagiakan.

Ada 10 Tabir pemeriksaan di alam Perhisaban yang harus dilalui setiap orang Islam.
Ada yang bisa lulus dalam satu tabir saja, ada juga yang lulus dalam beberapa tabir pemeriksaan.

Dasar Al-Qur’an “Sesungguhnya sholat itu atas orang-orang yang mukmin sebagai kewajiban yang berwaktu”

Penulis : mang Karna/pengobatangratis.wordpress.com

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: