MENGENAL DIRI SENDIRI

Setiap anak yang sudah mengenal siapa Bapaknya, pasti anak ini juga mengetahui, siapa dirinya.
Mas Fulan lahir di Jawa Tengah, siapa teman-temanmu?
Wah, banyak sekali, Mas Fulan dikelilingi manusia, pohon, binatang ternak, air, gunung, hutan.

Mas Fulan, kenal benar dengan binatang yang namanya kambing. Pada saat kambing sedang
makan dan minum, jelas terlihat, Tuh kambing makan sembarangan, minumnya juga sembarangan,
kok bisa sehat dan tumbuh jadi besar. Kalau saya minum air got, pasti saya sakit. Jangankan
minum air got, minum air PAM saja, saya ragu, makanya saya beli Aqua untuk minum.

Ternyata kambing itu lebih kuat dari kita, tahan banting. Berarti kita lebih lemah dari kambing.
Kita lihat burung bertengger dikabel listrik, kok tidak mati. Jangankan bertengger, memegang
kabel listrik saja, kita sudah takut, takut kesetrum. Ternyata burung lebih kuat dari kita.

Kita sering nonton TV, ada berita, manusia digigit nyamuk bisa mati. Padahal nyamuk itu kecil.
Saking takutnya sama nyamuk, kita bikin pintu dobel. Beli raket listrik nyamuk, rumah disemprot asap.
Kita jujur saja, ternyata kita ini lemah gemulai, digigit nyamuk saja bisa mati.
Apalagi kalau kita dibandingkan dengan pohon beringin, tidak ada apa-apanya diri kita.

Tubuh kita ini ternyata lemah, hanya terbuat dari kumpulan tulang yang diselimuti daging.
Kena setrikaan saja, kulit kita melepuh, kena jarum saja bisa berdarah. Kena angin, bisa sakit.
Amboi Mak, sudah begitu lemah, kok punya sifat sombong, merasa kuat, merasa hebat.
Kambing yang jauh lebih kuat dari kita, tidak sombong, malah penurut, sabarnya luar biasa.
Tubuhnya dibaktikan untuk kenikmatan manusia, padahal dia bisa lari kehutan, kalau mau.

Al-Hadits:
“Tidak dapat masuk surga orang-orang yang dalam kalbunya ada kesombongan sekalipun sebesar biji sawi”
Kesombongan itu makin lama makin berkembang. Semula hanya sebesar biji sawi, semula hanya
sombong terhadap kambing, lama kemudian merasa lebih kuat dari pohon, angin, hujan, dll.
Setelah itu merasa lebih hebat dari manusia sekelilingnya, merasa kebal hukum. Semua orang
bisa dikalahkan dengan berbagai cara. Inilah yang disebut Takabur.

Arti sombong adalah sepotong kalimat didalam hati :”merasa lebih,….” (hanya sebesar biji sawi)
Tertutup pintu surga, bukan karena kesombongannya, tapi karena ujungnya adalah takabur.
Kalau sudah demikian, apalah artinya hidup enak didunia, siksaan api neraka menanti.

Penyebab kesombongan ini, karena “tidak kenal, siapa dirinya sebenarnya”
Bahwa dirinya adalah manusia lemah yang tidak memiliki kekuatan apapun.
Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk selalu berzikir:
“Laa haula wa laa quwata illaa bil laahi”
Manusia tidak memiliki daya kekuatan apapun, tanpa bantuan Allah.

Alam ini diciptakan Allah untuk memenuhi kebutuhan hidup kita, karena kita makhluk yang lemah.
Allah menunda hujan sebulan saja, maka manusia kelaparan, karena panen padi gagal, kering.
Kita tidak akan bisa mengenal siapa diri kita sebenarnya, bila kita tidak mempelajari seisi alam ini.

Kalau kita sudah mengenal, siapa diri kita sebenarnya, barulah tumbuh dalam hati sanubari
kesadaran untuk bersujud pada Allah SWT, memohon pertolongan Allah”

Penulis : Mang Karna/Pengobatangratis.wordpress.com

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: