MENGENAL ALLAH (2)

Seorang muslim mengucapkan dua kalimat syahadat:
Mengaku, bahwa Tiada Tuhan selain Allah. Disebut ada Tuhan dan ada Allah. Allah yang mana?
Selain Allah ada Tuhan, Tuhan yang mana? Semua ini perlu jawabannya.
Mengaku, bahwa Muhammad itu utusan Allah. Muhammad yang mana?
Yang namanya Muhammad itu ‘kan banyak. Semua ini perlu jawaban.

Syahadat pertama: Jawabannya ada dalam Al-Qur’an. Berarti kita musti baca isi Al-Qur’an.
Syahadat kedua: Jawabannya ada dalam Al-Hadits. Berarti kita musti baca isi Al-Hadits.

Seorang anak mengenal benar, siapa Bapaknya:
Sifat-sifat Bapaknya, Perintah-perintah yang biasa Bapak lakukan terhadap anaknya.
Larangan-larangan Bapaknya, yang biasa diucapkan pada anaknya.
Juga hukuman-hukuman yang biasa diberlakukan, bila anaknya melanggar perintahnya.

Seorang muslim, mengenal benar siapa Allah:
Sifat-sifat Allah, Perintah-perintah Allah. Larangan-larangan Allah dan juga hukuman
hukuman yang Allah sediakan bagi orang yang berbuat dosa.

Oleh karena itu, Rukun Islam yang pertama adalah Membaca dua kalimat syahadat.
Berarti kita musti kenal terlebih dahulu, siapa Allah SWT, siapa Muhammad Rasulullah.
Berarti kita musti baca isi Al-Qur’an dan isi Al-Hadits, sebelum melaksanakan Rukun Islam kedua.

Makanya para alim ulama, mengatakan bahwa Dua Kalimat Syahadat itu
“Ringan dilidah, tapi berat ditimbangan”
Artinya mudah diucapkan, tapi berat melaksanakannya. Rukun Islam yang kedua dan seterusnya,
pelaksanaannya makin mudah. Yang paling mudah adalah Ibadah haji, hanya bagi yang mampu dan
cukup sekali saja seumur hidup. Makanya tidak semua muslim dikenakan kewajiban haji.
Bagi orang awam, urutannya terbalik, yang berat adalah ibadah haji. Perbedaannya karena ilmu.

Al-Hadits:    “Keutamaan ilmu itu lebih baik daripada keutamaan ibadah” (HR Al-Bazzar)

Kita kursus Komputer, bukan ijazahnya yang kita utamakan, tapi ilmu mengenal Komputer yang
lebih utama, untuk kemudahan kita menguasai penggunaan komputer. Demikian juga dengan
ibadah. Misalkan sholat, ilmu mengenai sholat lebih penting dari sholatnya. Agar sholat kita
sempurna, bisa mengetahui perbuatan apa saja yang bisa merusak amal sholat.

Mas Fulan merasa sudah memiliki jaminan masuk surga, sudah ada titel H, didepan namanya.
Karena ada jaminan, lalu Mas Fulan berperilaku seenaknya, menyalurkan nafsunya, kawin lagi
dengan janda bahenol, denok, montok. Ibadah hajinya tetap berlaku, tapi tanpa mabrur.
Yang berhak memperoleh jaminan masuk surga tanpa dihisab, adalah haji mabrur, bukan haji biasa.

Sudah berkorban duit, tenaga dan waktu,…… sayang kalau hanya dinilai biasa saja.
Untuk mencapai kriteria mabrur itu, mudah kok, hanya menjauhi “hawa nafsu” saja.

Al-Qur’an:    “Dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan kamu dari
jalan Allah. Sungguh orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat
azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan” (QS Sad 26)

Penulis : mang Karna/pengobatangratis.wordpress.com

Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: