TALI PERSAUDARAAN (1)

Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa bila kita memutuskan tali persaudaraan, sanksinya adalah
kita akan kehilangan rahmat dan barokah dari Allah SWT. Kebalikannya, kalau kita meningkatkan
tali persaudaraan, maka kita akan memperoleh keberkahan rezeki yang kita terima, ditambah lagi
dipanjangkan umur kita, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Hadits:

Barangsiapa yang ingin memiliki keberkahan dalam rezekinya dan dipanjangkan
umurnya, sambunglah tali silaturrahim dengan sanak familinya.

1    Kaitannya dengan Rezeki.
Bila kita meningkatkan tali persaudaraan, rezeki kita menjadi barokah.
Sedikit atau banyak, yang menentukan nikmat tidaknya adalah kebarokahan rezeki.
Bila rezeki kita sedikit, tapi barokah, maka akan menghasilkan ketenangan batin.
Bila rezeki kita banyak, tapi tidak barokah, maka kegelisahan akan selalu mengiringinya.
Selalu dibayang-bayangi ketakutan, padahal tidak terjadi apa-apa pada hartanya.
Setiap ada tamu jauh, timbul prasangka buruknya, dikira mau minta hartanya.

2   Kaitannya dengan umur panjang
Arti umur panjang ini, bukan berarti bisa mencapai usia 100 tahun. Yang dimaksud
adalah sisa-sisa umurnya bermanfaat untuk dirinya dan juga untuk orang lain.
Diperpanjang usianya, berarti masih diberikan kesempatan untuk menambah bekal
amal kebajikan guna diakhirat nanti. Jangan diartikan untuk menikmati duniawi.

PROYEK PERCONTOHAN
Untuk mencari ilmu masalah tali persaudaraan ini, tidak perlu jauh-jauh, ada didepan mata kita.
Anak-anak Fulan, tahu persis proses perjalanan hidup Bapak Fulan, dimana beliau selalu
memelihara hubungan tali persaudaraan. Rezeki Fulan, bisa dibilang, pas-pasan saja.
tapi bisa menyekolahkan anak-anaknya, bisa menikahkan anak-anaknya, tanpa punya hutang.

Pendidikan anaknya si A, pendidikan anaknya si B, dibantu saudaranya, demkian juga anak-anak yang lainnya.
Menikahkan anaknya si C, tanpa duit ditangan, toh begitu meriah pesta pernikahannya.
Demikian juga dengan anak-anak lainnya, semuanya terjamin lancar pernikahannya.
Terbukt bahwa Meningkatkan tali persaudaraan itu, nyata-nyata mendatangkan rezeki.

Kita lihat, orang-orang yang memiliki sifat sombong, yang memutuskan tali persaudaraan, mereka
mengalami kesulitan menyekolahkan anak, ada yang putus sekolahnya, pokoknya tidak sanggup.
Padahal hartanya lebih dari cukup, tapi tidak bisa memanfaatkan harta, karena tidak barokah.

Rezeki Bapak Fulan tidak pernah putus, bersambung terus menerus, sampai hari akhirnya.
Pindah ke Bekasi, tidak ada masalah. Rumah disediakan saudaranya, pekerjaan disediakan
keponakannya, tidak pernah mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pada akhir hayatnya, rezekinya luar biasa banyaknya. Coba perhatikan, disholatkan sampai 3 kali.
Dirumah dua kali, di masjid satu kali. Kalau dihitung, berapa banyak orang yang mensholatinya.
Setiap orang yang mensholati jenazahnya, maka berguguranlah dosa-dosa beliau, sehingga pada
saat dikembalikan kebumi, sudah demikian bersih noda-noda hitamnya.

Sudah sepantasnyalah beliau kita jadikan Proyek Percontohan,…… Setuju?

Penulis : Mang karna/pengobatangratis.wordpress.com

Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: