KEKUATAN NIAT.

M = N + K
Seorang tokoh psikologi terkemuka, mengatakan bahwa:
Seseorang bisa melakukan Maling, karena Ada N (Niat) dan ada K (Kesempatan)
Ada niat, tapi tidak ada kesempatan, tidak akan terjadi pelanggaran hukum.
Ada kesempatan, tapi tidak punya niat, tidak akan terjadi pelanggaran.
Ada kesempatan dan ada niat, terjadilah pelanggaran hukum.

MENURUT AL-QUR’AN
Untuk terhindar dari berbagai macam pelanggaran hukum adalah dengan berbuat IKHSAN.
Artinya, Menanamkan dalam benak kita bahwa Allah selalu mengawasi perbuatan kita,
baik perbuatan kecil, maupun besar, baik yang nyata terlihat maupun yang tersembunyi.
Kalau sifat Ikhsan ini sudah tertanam dalam benak kita, tidak akan terjadi pelanggaran hukum
sekecil apapun, karena selalu ada PENGAWAS, disamping kita, kemanapun bergerak.

Dengan berbuat Ikhsan ini, maka tidak ada lagi kesempatan untuk melanggar hukum, berarti
kita sudah berhasil melawan perbuatan buruk yang timbul pada diri kita sendiri.
Agama mengatakan: Berhasil memerangi nafsu yang ada dalam dirinya.

Al-Qur’an “Sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan …” (QS Yusuf 53)

“Dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan kamu dari
jalan Allah. Sungguh orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat
azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan” (QS Sad 26)

Kalau kita sudah bisa berbuat Ikhsan, maka kita naik tingkat, menjadi MUKHSIN.
Bebas dari pertanyaan di TABIR 2, karena bisa mengalahkan nafsu yang ada didalam diri kita.

SEGALA PERBUATAN, TERGANTUNG NIATNYA
Kalau kita mengatakan, wah, susah untuk bisa naik tingkat menjadi Mukhsin.
Ujian untuk mencapai tingkat Mukhsin itu sebenarnya tidak berat. Misalkan untuk menghindari
maling pulsa dikantor, cukup dengan berjalan menuju wartel. Sumbernya terletak pada NIAT
Kalau niatnya mau memanfaatkan telpon kantor, untuk apa jauh-jauh ke wartel, pake duit lagi.
Kalau niatnya mau berbuat jujur, jauh dekatnya wartel, dianggap ringan.

Kita semua sudah menikah, coba renungkan, menikah itu ibadah yang cukup berat, perlu biaya,
perlu persiapan macam-macam, perlu doa dan restu. Mengapa bisa kita laksanakan?
Karena niatnya demikian kuat, apapun juga tantangannya, toh bisa diatasi semuanya.
Kita sebenarnya mampu melaksanakan ibadah yang lebih ringan dari menikah, tapi tidak terlaksana.
bukan karena tidak bisa, tapi hanya disebabkan soal kecil saja, tidak ada niat melaksanakannya.

Sesibuk-sibuknya bekerja, toh banyak yang berhasil jadi Sarjana, karena niatnya kuat.
Sesibuk-sibuknya pekerjaan istri dirumah, toh masih bisa jalan ke Manggadua, karena niatnya kuat.
Kalau sudah niat, semua kesibukan bukan menjadi hambatan, semuanya menjadi ringan.
Kalau sudah niat, terbuka lebar kesempatan waktu untuk melaksanakannya.
Kalau sudah niat, perbuatan kebajikan sebesar apapun, bisa kita laksanakan.

Al-Hadits:    “Sesungguhnya amal-amal perbuatan tergantung niatnya” (HR Bukhari)

Penulis : Mang Karna/pengobatangratis.wordpress.com

Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: