PENYAKIT HATI.

Al-Hadits

“Ketahuilah, bahwasanya didalam tubuh itu ada segumpal daging, yang apabila baik
maka baik pula seluruh tubuhnya. Dan apabila rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya.
Segumpal daging itu adalah Hati”

Sebagaimana sudah dijelaskan bahwa Hati adalah Raja yang menguasai seluruh komponen tubuh.
Hati inilah yang nantinya duduk dikursi “terdakwa” menjalani pemeriksaan di ruang pengadilan
Mauqiful Hisab, dimana yang menjadi saksinya adalah kaki dan tangan, sedangkan lidah telah
dikunci rapat-rapat, tidak lagi berfungsi.

Sang Raja ini, yaitu Hati, bisa bebas dari kursi terdakwa ini, bila tidak bersalah, tidak berbuat dosa
alias tidak memiliki penyakit hati, disebut juga Hati yang bersih dari noda-noda hitam.
Menjaga hati agar selalu bersih, itulah ajaran Islam, itulah perintah dari Allah.

Al-Qur’an    “Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya dan sungguh merugilah
orang yang mengotorinya” (QS Asy Syams 9-10)
Beruntunglah orang-orang yang hatinya bersih, artinya bebas dari berbagai sanksi hukum.
Merugilah orang-orang yang mengotorinya, artinya akan menghadapi siksaan yang berat.

CONTOH PENYAKIT HATI
1     Berdusta (bohong)        10     Dendam                            19     Menghina
2     Bakhil atau kikir             11     Mengadu domba           20     Gila pamer
3     Pemarah                           12     Ghibah (bergu njing)    21     Gila kepemimpinan
4     Takabur (sombong)     13     Sumpah palsu                 22     Merasa sial
5     Ujub (memuji diri)       14     Kesaksian palsu             23     Menipu
6     Riya (ingin dipuji)        15     Mengutuk                         24    Membuka aib
7     Buruk sangka                 16     Ingkar janji                      25     Memaki (mencaci)
8     Iri                                       17     Tamak (serakah)            26     Putus asa
9     Dengki                              18     Zalim                                   27     Berkata kotor

Penyakit hati, namanya juga penyakit, pasti akan menggerogoti komponen tubuh, merusak tubuh.
Penyakit hati akan merusak amal-amal kebajikan, termasuk amal ibadah dll.
Amal sholat kita bisa rusak karena Riya. Amal puasa kita bisa rusak karena berdusta atau ghibah.
Sedekah kita bisa rusak karena suka mengungkit-ungkit. Aib kita terbuka bila membuka aib orang.

Kita rajin sholat, rajin puasa, tapi rajin pula melampiaskan emosi amarah, maka terbakar habis
amal ibadah kita hanya karena mengikuti dorongan nafsu amarah. Akhirnya kita pulang kampung
tanpa membawa bekal amal. Orang yang rajin ibadahpun bisa masuk neraka, hanya karena hati.
Demikian besarnya kerugian kita bila mengidap penyakit hati. Ditambah lagi dengan kerugian
akibat dari penyakit hati tersebut, misalkan timbulnya permusuhan, perkelahian, pembunuhan, dll.

Dimanapun juga, yang namanya penyakit itu sangat membahayakan, untuk itu perlu berobat.
Kalau kita ingin mengobati penyakit biasanya pergi kedokter, lalu minum obat. Prinsipnya sama
dengan mengobati penyakit hati. Berobat ke guru agama, lalu diberikan obat dalam bentuk
ayat-ayat Al-Qur’an dan Al-Hadits. Penyakit hati itu tidak terlihat, obatnya juga tidak terlihat.

Sakit jasmani, buru-buru diobati, sakit rohani juga musti buru-buru diobati, bisa sengsara nanti.

Makin banyak kita mempelajari ayat-ayat Al Qur’an makin pandai mengobati hati.

Sakit jasmani menderita didunia, sakit rohani menderita diakhirat, kalau percaya pada Al-Qur’an.

” Berobatlah segera bila memiliki penyakit hati, jangan menunggu hukuman tiba.

Lebih baik memlihara hati tetap bersih, dari pada mengobati penyakit hati.”

penulis : Mang Karna

Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: