PERINGATAN.

Kita diberikan kebebasan sepenuhnya dalam menjalani kehidupan ini, silahkan berbuat apa saja,
sekehendak hati, tapi ingatlah bahwa Allah Maha Melihat, Maha Mengetahui apa yang ada dihati.
Untuk membuktikan sifat-sifat Allah, tidak perlu kuliah di IAIN atau belajar ke Mesir,  cukup
mempelajari pola hidup orang-orang sekitar kita. Contoh: Mang L, kemanapun dia datang,
tidak disenangi famili. Demikian juga Jeng E, tidak ada famili yang mau mendekatinya,

Sadar atau tidak sadar, anak-anak alm H masih suka menyakiti Ibunya, masih suka ribut
sama Ibu, masih suka menyalahkan Ibu , bila sikap seperti ini tidak mau dibuang,
maka dihari tua nanti, salah satu dari anak si H akan bernasib sama dengan Mang L.

Bila anak-anak ini,…..tidak mau membuang penyakit hati, tidak lama lagi syaraf
yang ke otak akan putus, tidak kuat menahan nafsu ambisi, maka nasibnya sama seperti Jeng E.
Bila anak-anak alm. H tidak mampu mengendalikan nafsu yang ada dalam dirinya, suatu saat
akan mengalami stress, dilanjutkan stroke, ujung-ujungnya adalah lumpuh atau sakit syaraf.

Bila anak-anak si H tidak mau segera bertobat, karena telah berbuat kufur nikmat, selalu
mengeluh atas rezeki yang diterima, tidak bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah,
maka esok hari, hartanya akan ditarik Allah, karena milik Allah.

Kalau Kamu ingin hari tuanya enak, kebutuhannya ditanggung anak-anaknya, caranya mudah:
Jangan suka mengeluh menghadapi perilaku anak-anaknya, terimalah dengan hati yang ikhlas.
Kalau Kamu tidak sanggup, ingatlah bahwa Allah Maha Melihat, bisa saja titipan-Nya diambil lagi.
Bagi Allah mencabut nyawa itu mudah sekali, karena Allah yang memiliki nyawa manusia.

Bila kamu bisa SABAR dan IKHLAS, Kamu disayang Allah, masa depan anak-anak dijamin Allah.
karena barang titipan-Nya dirawat dengan baik, dididik secara Islami, diberi ilmu agama.
Memang berat, justru karena berat maka bayarannya mahal, yaitu kenikmatan dimasa depan.

kalian ingin punya rumah di Bintaro? Mudah caranya, ikuti jejak si Fulan (AKBP).
Sisihkan 15 menit dari jam tidur kalian, gunakan untuk sholat tahajud, seminggu sekali saja.
Sisihkan 15 menit dari acara nonton sinetron, gunakan untuk membaca buku agama atau zikir.
Lalu berdoa dan bersabar selama 18 tahun, Insya Allah akan terkabul keinginan kalian.

AKBP Fulan SH,MM, detik ini sedang menikmati hasil perjuangan mempertahankan
pola hidupnya, tetap menggunakan pola putih, hasil kursus agama selama 2 tahun lebih.
Apa yang dilakukan adik-adiknya? Bukannya mengikuti jejak si Fulan, tapi malah menjadi pengemis,
bila ada kesulitan keuangan, buru-buru telpon si AKBP, memang bener, lebih nikmat minta.
Allah Maha Kaya, jauh lebih kaya dari si AKBP, mengapa tidak minta pada Allah?
Apa susahnya sih bersikap sabar? Apa susahnya sih mendirikan sholat? Apa susahnya berdoa?

AKBP Fulan tidak pernah mengeluh “ditendang, dimaki-maki” selama 3 tahun, sabaaar terus, sampe
pangkat Kompol masih miskin juga. si Fulan selalu ingat pelajaran pertama dari Mang Karna:
“Jangan suka mengeluh, setiap mengeluh akan kehilangan satu kenikmatan”
Ilmu dari Al-Qur’an: Kalau bersyukur nikmat bertambah. Kalau kufur, nikmat dikurangi.
Ilmu dari Al-Qur’an: Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Si AKBP berhasil karena sabar.

Kapan adik-adiknya percaya 100% pada Firman Allah? Apakah menunggu sampai terbaring kaku?

Penulis : Mang Karna

Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: