ALAM BARZAH (1).

PROSES KEMATIAN

Allah menugaskan Malaikat Izrail mencabut nyawa(roh) Suparmin yang sedang tidur. Setelah itu
tugas diserah-terimakan pada 4 Malaikat yang akan menjaga jasad Suparmin sampai masuk
liang lahat. Para famili, tetangga, teman, hanya bisa mengantarkan sampai liang lahat. Setelah
yang mengantar ini pulang kerumah masing-masing, maka para malaikat penjaga Suparmin,
menyerahkan tugas berikutnya pada Malaikat Munkar dan Nakir.

Suparmin sewaktu melamar pekerjaan, awalnya “dipanggil” untuk hadir dikantor menghadap
Manajer Personalia, untuk diperiksa, diteliti “Daftar Riwayat Hidup” Suparmin selama ini.
Daftar Riwayat Hidup, Biodata, Curiculum Vitae, sangat menentukan masa depan seseorang.
Diterima tidaknya seseorang menjadi karyawan, tergantung Biodata yang memenuhi persyaratan.
Diterima tidak seseorang masuk Nikmat Kubur, tergantung Biodata yang memenuhi persyaratan.
Proses kematian juga demikian, Suparmin “dipanggil” pulang kampung, menghadap Malaikat
Munkar dan Nakir, untuk diperiksa dan diteliti “Daftar Riwayat Hidup” Suparmin selama didunia.
Pemeriksaan ini untuk menentukan tempat, di ruangan Siksa Kubur atau ruangan Nikmat Kubur.

Kita semua akan masuk alam Barzakh, untuk mengikuti proses wawancara, yang berkaitan
dengan Pendidikan agama, perilaku sehari-hari dan ketaatan kita pada Yang Maha Kuasa.
Pendidikan ilmu agama atau ilmu Al-Qur’an, adalah buku panduan setiap umat Islam. Perilaku kita
diperiksa, apakah sesuai dengan buku panduan “Al-Qur’an”, baik ucapan maupun perbuatan.
Kelakuan Baik diperiksa, untuk mengetahui apakah tersangkut “dosa”, bagaimana dihapusnya.

Dalam KTP tercantum agama Islam, akan diperiksa masalah pelaksanaan Rukun Islam dan
Rukun Iman, yang mana yang sudah dilaksanakan dan yang mana yang belum dilaksanakan.
Pemeriksaan terakhir adalah masalah “ikhlas”, Apakah ibadah kita ikhlas? Apakah pelayanan kita
pada kedua orangtua dan saudara kandung, didasari hati yang ikhlas? Dan seterusnya.

Tubuh kita masuk liang kubur, statusnya berubah menjadi bangkai manusia, menjadi santapan
cacing dan belatung, yang menggerogoti daging sampai habis, tinggal tengkorak dan tulang.
Yang menghadap malaikat adalah Roh, atau jiwa, atau Hati atau Kalbu. Hati inilah yang akan
ditanya, karena status hati adalah Raja yang memerintah semua komponen anggota tubuh.
Lidah bisa berkata bohong, tapi hati tidak bisa berdusta, akan mengatakan yang sebenarnya.

Al-Qur’an    “Sungguh Allah mengetahui yang gaib dilangit dan dibumi.
Sungguh Dia Maha Mengetahui segala isi hati” (QS Fatir 38)

Al-Hadits

“Kubur itu adakalanya suatu taman dari taman-taman surga, atau suatu lubang
dari lubang-lubang neraka”
“Tiada pemandangan yang pernah kulihat lebih menyeramkan daripada kubur”
“Kubur itu adalah tempat pemberhentian pertama dari tempat-tempat diakhirat.
Siapa yang selamat disitu, maka setelah itu semuanya akan menjadi lebih mudah
dan ringan baginya. Tetapi siapa yang gagal, maka tempat-tempat setelah itu
akan dirasa lebih berat”

Kita bisa memelihara kesehatan dan kebersihan jasmani, seharusnya kita juga bisa memelihara
kesehatan dan kebersihan rohani, jangan sampai mengidap penyakit hati, karena posisi rohani
lebih penting dari jasmani. Roh (hati) akan terus hidup, sedangkan jasmani hanya sampai kuburan.

Jasmani, perlu diberi makanan agar sehat dan kuat. Rohani perlu diberi makanan agar sehat dan
kuat, makanannya adalah Santapan Rohani alias ilmu agama. Makanan ini dibutuhkan tiap hari,
agar rohani kita tetap terpelihara kebersihannya. Bersih itu sehat dan sehat itu kuat, iman kita
akhirnya kuat, tidak akan tergoda syetan terkutuk, tidak akan memiliki penyakit amarah dll.

Hari ini kita masih mendiami rumah , menikmati hidup berkeluarga, bergembira ria.
Entah kapan nanti, kita diusir dari rumah , disuruh pindah ke kompleks kuburan.
Tidak ada salahnya bila kita pelajari “rumah masa depan” yang akan kita diami nanti.
Hidup dialam dunia ini sebenarnya tidaklah lama, jauh lebih lama dialam kubur.
Masing-masing bisa bercermin diri, penyakit apa saja yang perlu kita obati, agar sehat selalu.
Kebersihan rohani itu bukan untuk orang lain, tapi untuk keselamatan diri kita sendiri.

Kita semua diberikan kebebasan untuk bergerak, berperilaku selama menjalani kehidupan.
Mau ngomong apa saja boleh, mau berbuat apa saja boleh. Yang perlu dipertimbangkan adalah:
Apakah ucapan dan perbuatan kita sehari-hari, sesuai dengan buku panduan Al-Qur’an?

Untuk itulah tujuan kita mengkaji ilmu agama, agar perilaku kita sesuai buku panduan Al-Qur’an.
Keuntungannya bukan untuk orang lain, tapi untuk masa depan diri kita sendiri.

Penulis : Mang Karna.

Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: