SAKARATUL-MAUT.

Baru saja kita menyaksikan dua manusia meninggal, Suparmin tanggal 24 Januari 2008 dan

Suharto tanggal 27 Januari 2008. Suparmin meninggal mendadak, setelah melaksanakan tugas

mencuci pakaian, nyapu dan buang sampah, setelah itu tidur siang. Saat tidur, meninggal.

Suharto meninggal ditempat tidur, saat sedang menderita sakit. Sakitnya sejak tahun 2001.

Kita tidak perlu melihat status keduanya, dihadapan Allah, keduanya sama-sama hamba Allah.

Kita pelajari proses kematian orang lain, untuk dijadikan ilmu guna keselamatan diri kita sendiri.

Al-Qur’an

“Jika yang akan meninggal itu termasuk golongan orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), Maka dia memperoleh kemudahan (ketentraman), dan rezeki serta kenikmatan surga” (QS Al-Waqi’ah 88-89)

Al-Qur’an

“Ingatlah bila roh sudah sampai kekerongkongan dan semua manusia yang hadir menyaksikan sudah sama-sama kehilangan akal dan bertanya: Siapakah gerangan yang dapat menolongnya. Akhirnya sipenderita sendiri yakin yang ajalnya sudah dekat dan ketika itu mulailah dia dibelit kepayahan demi kepayahan,…….” (QS Al-Qiyamah 26-29).

Dalam Al-Hadits dijelaskan bagi mereka yang dipersulit proses kematiannya, akan mengalami

penderitaan yang luar biasa sehingga merintih sampai 4 kali.

Rintihan pertama, karena bayangan dosa-dosa yang telah diperbuatnya.

Rintihan kedua, karena kepayahannya menghadapi penderitaan selama proses sakaratul-maut.

Rintihan ketiga, diperlihatkan bayangan siksaan dialam kubur.

Rintihan keempat, diperlihatkan bayangan siksaan neraka Jahanam yang menunggu.

Bagi yang dipermudah proses kematiannya, akan diutus puluhan Malaikat Rahmat untuk menghibur hatinya pada saat menghembuskan nafas terakhir, sehingga menghadapi kematian dengan tenang dan tersenyum, karena mendapat anugerah dari Allah SWT:

Al-Qur’an

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka beristiqamah (berjalan lurus), maka para malaikat akan turun pada mereka,seraya berkata: “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”

Kami adalah pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat. Disana kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh semua yang kamu minta” (QS Fussilat 30-31)

Bila kita ingin dipermudah proses kematian kita, ikutilah Petunjuk Al-Qur’an tersebut diatas,

yaitu: (1) Dekat dengan Allah, melalui ibadah, (2) Istiqamah, (3) Berbuat kebajikan (amal sholeh).

Kematian itu kejadian yang luar biasa, tapi kadang-kadang kita menganggap hanya sebagai

kejadian yang biasa saja, bagaikan angin lalu, padahal proses kematian itu merupakan awal

dari perjalanan jauh menuju alam akhirat, alam kekal, dimana tidak ada lagi kematian.

Posisi kita diakhirat nanti, tergantung dari “Daftar Riwayat Hidup” kita, selama berdiam didunia.

Hati-hatilah dalam mengisi riwayat hidup kita, jangan sampai ada perilku kita yang melanggar

petunjuk Al-Qur’an, karena akibatnya kita sendiri yang menderita.

Setiap orang memiliki program hidup, mulai dari lahir sampai dengan hari tua. Sewaktu sekolah
punya program untuk bisa bekerja mencari nafkah. Setelah bekerja bertahun-tahun, punya progam
mengumpulkan harta untuk hari tua. Setelah semuanya terpenuhi, program apa lagi?
Program memasuki alam kubur. Menyusun program agar bisa hidup bahagia dialam kubur.

Akan timbul masalah, bila kita mati sebelum masa pensiun, sebelum hari tua, karena program
yang sedang kita laksanakan adalah program untuk hari tua, bukan program untuk alam kubur.
Sedang sibuk-sibuknya kita mengumpulkan harta, mendadak mati. Kemungkinan ini bisa saja
terjadi, sebagaimana sering kita saksikan diseputar lingkungan kita sendiri.

Umumnya orang mempersiapkan untuk bisa hidup bahagia dihari tua, sedangkan hari tua itu
antara usia 50 s/d 70 tahun, hanya sekitar 20 tahun saja. Kita berada dialam kubur bisa mencapai
lebih dari 100 tahun, jauh lebih lama dari hidup kita dialam dunia ini.  Faktor lamanya perlu kita
pikirkan lebih mendalam, agar kita tidak menyesal sewaktu berada dialam kubur.

Penulis : mang Karrna.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: