“ANDAIKAN,………..”

Suatu saat adik saya terbaring di rumah sakit Fatmawati, sakitnya cukup berat, tumor otak.

Dokter menjelaskan, bila dioperasipun tidak akan normal seperti semula.

Seminggu kemudian, adik saya ingin bertemu dengan saya, mau menceritakan mimpinya.

Adik saya menceritakan, didatangi dua orang yang berjubah putih mengajak pergi.

Tanpa basi-basi saya  jelaskan pada adik saya bahwa yang datang itu adalah malaikat untuk menjemput.

Yang musti kamu laksanakan adalah dzikir sebanyak-banyaknya. Nih saya bawakan buku Majmu Syarif, kamu ikuti dzikir-dzikirnya. Bila kesulitan minta tolong pada istrimu untuk membacanya dan kamu ikuti ucapannya. Jangan

pikirkan yang lain-lain tidak ada gunanya.

Pada adik saya yang lain , yang menunggu. Saya berpesan bawa saja pulang kerumahnya.

Beberapa hari kemudian saya, ditengah malam, saya sholat tahajud, memohon pada Allah :

“Ya Allah Yang Maha Pengampun, ampunilah dosa-dosa adikku ini.

“Ya Allah Yang Maha Penolong, ringankanlah penderitaan adikku ini.

“Ya Allah Yang Maha Menentukan, berikanlah jalan terbaik bagi adikku ini,

kalau memang yang terbaik itu kembali kehadirat-Mu, berikanlah kemudahan”

Pagi harinya sekitar jam 08.00 saya menerima telpon, adik saya meninggal

Meninggal dalam posisi sedang tidur, wajahnya tersenyum, pertanda ikhlas.

Sholat tahajud, berdoa ditengah malam, demi kasih sayang seorang kakak pada adiknya.

Mengapa saya sholat tahajud? Penyakit itu berasal dari Allah, obatnya juga dari Allah. Hanya

Allah-lah yang bisa meringankan penderitaan adik saya, sedangkan dokter hanya bisa operasi.

Allah-lah yang bisa menentukan jalan terbaik, dokter tidak bisa memastikan yang terbaik.

Allah-lah yang memiliki nyawa adik saya. Masalah nyawa adik saya, saya kembalikan pada Allah.

BERDO’A UNTUK ADIK.

Pada saat saudaraku mau pulang ke Bandung, saya berpesan padanya . Bila nanti sudah kembali ke Bandung , setelah kamu selesai sholat, tolong kamu berdo’a untuk kesehatan adikmu.

Saudaraku lalu mengangguk ” InsyaAllah mang saya akan berdo’a untuk kesehatan adik”.

Andaikan saudara-saudaraku mengerti, bahwasanya doa kakak terhadap adik, sama dengan do’a orang tua

terhadap anak, artinya akan dikabulkan Allah dengan segera.

Andaikan saudara-saudaraku mengerti, bahwasanya berdoa itu tidak memerlukan biaya, maka

tiap selesai sholat akan saling mengirimkan doa keselamatan dan kebahagiaan untuk saudaranya,

Andaikan saudara-saudaraku mengerti bahwasanya saling salah menyalahkan itu merugikan

dirinya, kehilangan amalnya, maka kebiasaan ini akan diganti dengan saling menghargai.

Andaikan saudara-saudaraku mngerti bahwasanya dikiri-kanan ada Malaikat yang mencatat

semua ucapannya, pasti akan berusaha menjaga ucapannya, hanya berkata baik atau diam,

tidak akan keluar perkataan yang menyinggung perasaan saudara kandung.

Andaikan saudara-saudaraku mengerti bahwa lembaran kajian ini sumbernya dari Allah,

pasti akan dibaca berulang kali, demi masa depan. Mang Karna hanya sekedar tukang pos saja.

Yah, mang karna hanya bisa berandai-andai

Segalanya tergantung Rahmat, Inayah dan Hidayah dari Allah SWT.

penulis : Mang Karna.

Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: